HALMAHERA SELATAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Kamis (11/6/2026), kembali menyebabkan banjir di kawasan permukiman warga akibat luapan air sungai.
Banjir terjadi setelah debit air sungai meningkat dan meluap melalui bagian talud penahan sungai yang rusak. Kerusakan talud tersebut diketahui telah terjadi sejak tahun 2025 dan hingga kini belum mendapat penanganan permanen.
Berdasarkan pantauan di lokasi, luapan air masuk ke sejumlah rumah warga yang berada di sepanjang bantaran sungai. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut kembali menimbulkan keresahan di tengah masyarakat karena banjir terus berulang setiap musim hujan.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan kerusakan talud sungai telah lama dikeluhkan masyarakat. Namun hingga saat ini belum ada perbaikan yang dilakukan sehingga risiko banjir masih terus mengancam warga.
“Setiap hujan deras, air sungai pasti meluap dan masuk ke rumah warga. Talud yang rusak sampai sekarang belum diperbaiki,” ujarnya.
Warga menilai kerusakan talud menjadi penyebab utama banjir yang terus berulang di wilayah tersebut. Mereka khawatir kondisi akan semakin parah apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi dalam waktu dekat.
Selain mengancam permukiman warga, kerusakan talud juga berpotensi memperluas dampak banjir serta meningkatkan risiko abrasi di sepanjang aliran sungai.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui instansi teknis terkait segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki talud yang rusak. Perbaikan dinilai mendesak guna mencegah banjir berulang dan melindungi keselamatan warga serta fasilitas umum di sekitar lokasi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya pekerjaan perbaikan permanen pada talud sungai yang mengalami kerusakan tersebut. Sementara itu, warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan apabila curah hujan kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan.


Komentar