Beranda / News / Talud Sungai Rusak Sejak 2025, Banjir Kembali Rendam Permukiman Warga Desa Babang

Talud Sungai Rusak Sejak 2025, Banjir Kembali Rendam Permukiman Warga Desa Babang

HALMAHERA SELATAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Kamis (11/6/2026), kembali menyebabkan banjir di kawasan permukiman warga akibat luapan air sungai.

 

Banjir terjadi setelah debit air sungai meningkat dan meluap melalui bagian talud penahan sungai yang rusak. Kerusakan talud tersebut diketahui telah terjadi sejak tahun 2025 dan hingga kini belum mendapat penanganan permanen.

 

Berdasarkan pantauan di lokasi, luapan air masuk ke sejumlah rumah warga yang berada di sepanjang bantaran sungai. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut kembali menimbulkan keresahan di tengah masyarakat karena banjir terus berulang setiap musim hujan.

Simpan Sampah di Pinggir Jalan, Oknum Pegawai Dishub Buton di Lasel Instruksikan Buang Sampah di Laut, Kadis: Tidak Boleh

 

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan kerusakan talud sungai telah lama dikeluhkan masyarakat. Namun hingga saat ini belum ada perbaikan yang dilakukan sehingga risiko banjir masih terus mengancam warga.

 

“Setiap hujan deras, air sungai pasti meluap dan masuk ke rumah warga. Talud yang rusak sampai sekarang belum diperbaiki,” ujarnya.

 

Polsek Bacan Timur Musnahkan 2.837 Barang Bukti Miras Hasil Razia, Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas

Warga menilai kerusakan talud menjadi penyebab utama banjir yang terus berulang di wilayah tersebut. Mereka khawatir kondisi akan semakin parah apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi dalam waktu dekat.

 

Selain mengancam permukiman warga, kerusakan talud juga berpotensi memperluas dampak banjir serta meningkatkan risiko abrasi di sepanjang aliran sungai.

 

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui instansi teknis terkait segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki talud yang rusak. Perbaikan dinilai mendesak guna mencegah banjir berulang dan melindungi keselamatan warga serta fasilitas umum di sekitar lokasi.

Polsek Bacan Timur Gagalkan Pengiriman 22 Kantong Miras Cap Tikus Tujuan Gane Barat Selatan

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya pekerjaan perbaikan permanen pada talud sungai yang mengalami kerusakan tersebut. Sementara itu, warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan apabila curah hujan kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *